Diposkan pada Info Kuliner Food

Exorcise Activity : The Autism (Part 15)

Cerita sebelumnya…

Dokter pun terus mendekati Adikku yang sedang kejang – kejang dan sambil menenangkan Adikku.

“Sudah ku bilang jangan ganggu keluargaku” ucap Adikku yang terus-terusan.

“Dokter cuma ingin membantu Ais buat cepet sembuh ya sayang” ucap si dokter.

Selang beberapa saat Adikku merasa agak tenang, tetapi kulit Adikku masih pucat dan kaku badannya.

Beberapa menit kemudian Adikku pun kambuh lagi seperti sebelumnya karena si dokter masih berada di rumahnya. Lalu Adikku tiba-tiba menegakkan kepalanya kembali sambil nunjuk si dokter itu.

“Pergi kamu dari sini aku tidak suka ada kamu disini!” Ucap Adikku

“Tenang sayang aku ini dokter mu yang akan memgobatimu sampai sembuh” ucap si dokter.

Kemudian kakak Ais pun langsung mendekati dokter Adikku dan berkata “Dok ? Jadi gimana ini adik saya ko bisa seperti ini ?” Ucap kakak Ais

Dokter Adikku pun menjawab.

“Saya pun tidak tau Ais ini kenapa ?” Ucap si dokter

Dan Adikku terus mengusir si Dokter itu.

“Pergi sana cepat!” Ucap Adikku sambil menunjuk dan marah.

Kakak Ais pun terus berbicara kepada dokter Adikku

“Dok ? Apa lebih baik dokter pulang dulu saja sampai adikku ini tenang ?”Ucap kakak Ais

“Tapi ini bagaimana dengan Adikku?” Ucap si dokter.

Si kakak terdiam dan sambil memikirkan apa yang harus dilakukannya.

Ada apakah dengan Ais ?

Apa si dokter itu pulang?

Apa mungkin kakaknya Ais bisa menenangkan Adikknya? Hayoo!

Cerita selanjutnya..